Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP Sebagai Menteri Pertanian Kabiner Kerja Periode 2014 - 2019
Home >> Informasi >> Berita
Berita

26 Januari 20120
MENCIPTAKAN GAPOKTAN PENGEKSPOR MANGGA
Penulis : Som

www.antarajatim.com

Kementerian Pertanian membantu gabungan kelompok tani (gapoktan) pembudidaya buah dan sayuran untuk bisa menghasilkan mutu produknya berkualitas ekspor.

“Salah satu caranya adalah membantu rumah pengepakan (packing house) kepada gapoktan yang bermitra dengan eksportir. Kita juga berharap dengan bantuan packing house ini perusahaan mitra gapoktan bisa memperluas kemitraannya dengan petani," kata Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Dr. Ir. Zaenal Bachruddin, M.Sc saat memberikan bantuan rumah pengepakan kepada Kelompok Tani Ki Gebang di Desa Munjul, Astanajapura, Cirebon, Jawa Barat.

Zaenal Bachruddin menambahkan pada tahun 2011, Ditjen PPHP melalui Dana Tugas Pembantuan (TP) APBN, memfasilitasi pembangunan Packing House atau Rumah kemas di Kabupaten Cirebon agar daerah ini dapat menjadi salah satu pusat penanganan buah mangga yang berorientasi ekspor yakni dengan menghasilkan mangga yang berkualitas dengan menjamin kesegarannya.

"Kami berharap kepada para eksportir yang sudah bermitra dengan gapoktan dan mendapat fasilitas Packing House ini dapat memperluas kemitraan dan meningkatkan kerjasamanya," tambah Zaenal Bachruddin lagi.

Ke depan sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia, Ditjen PPHP akan memfasilitasi pembangunan Packing House dan kelengkapannya di wilayah lainnya dengan fokus kepada produk sayuran dan buah yang berorientasi ekspor Diakuinya untuk ekspor hortikultura, masih terdapat beberapa kendala antara lain lahan yang terbatas, manajemen rantai pasok yang belum optimal, infrastruktur jalan dan fasilitas umum pendukung, serta distribusi dan transportasi yang belum efisien sehingga menyebabkan biaya transportasi yang cukup mahal, mengakibatkan harga jual tinggi yang pada gilirannya mengakibatkan rendahnya daya saing produk hortikultura Indonesia.

Untuk mengatasi hal tersebut Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian dan Ditjen Hortikultura melakukan langkah-langkah antara lain registrasi kebun, fasilitasi cool chain management, melakukan lobby ke PT. Garuda Indonesia untuk mendapatkan discount rate (harga korporasi) untuk buah dan sayuran yang diangkut melalui cargo udara untuk tujuan ekspor, pendekatan kepada beberapa PTPN di Jawa agar mau melakukan diversifikasi usahanya dengan komoditi hortikultura untuk tujuan ekspor, melobby Pemerintah Daerah di sentra sayuran dan buah nasional untuk lebih memperhatikan pengembangan komoditi tersebut dengan bentuk dukungan APBD.

Dalam meningkatkan akses pasar produk hortikultura antara lain buah dan sayuran, Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian melakukan beberapa upaya diplomasi, negosiasi, promosi dan misi dagang dengan beberapa negara tujuan ekspor, antara lain Singapura, Jepang, China, Korea Selatan, Timur Tengah, dll.

Untuk mendukung sistem manajemen rantai pasok dari sentra produksi hingga ke eksportir dan ke pintu keluar (pelabuhan udara maupun laut), Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian memfasilitasi peralatan pasca panen dan pengolahan antara lain packing house, cool storage dan reefer truck (mobil box berpendingin) ke beberapa Gapoktan/eksportir di beberapa provinsi.

Pola Bantuan
Sejak tahun 2011 fasilitasi berupa bantuan bangunan, peralatan dan teknologi tersebut diberikan melalui program pola insentif 2 in 1. Melalui pola ini, Ditjen PPHP memberikan insentif teknologi kepada gapoktan/kelompok tani baik berupa bangunan, peralatan pasca panen dan pengolahan serta fasilitas pemasaran lainnya. Sedangkan Gapoktan diharapkan mendapatkan insentif permodalan dari lembaga keuangan atau pihak lainnya dengan jaminan/avalis dari mitra eksportir. Untuk mendapatkan fasilitasi itu, Gapoktan/kelompok tani tersebut harus sudah bermitra dengan eksportir.

Salah satu Gapoktan/kelompok tani yang difasilitasi pembangunan packing house adalah Kelompoktani Ki Gebang di Desa Munjul Kec. Astanajapura Kabupaten Cirebon yang memproduksi buah mangga gedong gincu. Kelompok tani Ki Gebang bermitra dengan PT Kertosari Gemilang untuk ekspor mangga gedong gincu ke Singapura, Timur Tengah, dll.

Kabupaten Cirebon merupakan salah satu sentra produksi mangga di Indonesia khususnya mangga gedong gincu. Pada tahun 2010, produksi mangga di Propinsi Jawa Barat sebesar 137.104 ton. Produksi mangga di Indonesia tahun 2010 mencapai 1.287.287 ton. Ekspor mangga Indonesia sebesar 1.626 ton pada tahun 2010.
 

Sumber : Sinar Tani | File : | Dibaca : 18826 x


Form Komentar Berita


Berita Lainnya

"GREEN BUILDING", SOLUSI MENYELAMATKAN LINGKUNGAN
31 Oktober 2014

Pada awal abad ke-20, planet bumi mulai mengalami perubahan iklim. Perubahan ini terjadi karena penduduk dunia semakin bertambah. Seiring bertambahnya penduduk, tempat tinggal pun meningkat jumlahnya.

DADANG NASER CANANGKAN GERAKAN MAKAN SAYUR
31 Oktober 2014

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser mencanangkan gerakan makan sayur, Jumat (31/10), pada peringatan Hari Pangan Dunia tingkat Kab. Bandung. Acara juga diisi dengan panen perdana sayur-mayur di halaman

PPL DI KABUPATEN INDRAMAYU AKAN SEGERA HABIS
30 Oktober 2014

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang berstatus PNS akan segera habis di Kabupaten Indramayu. Hal tersebut dianggap bisa mengancam sektor pertanian Kabupaten Indramayu.

PEMPROV JABAR KLAIM PENGGUNAAN STA SUDAH MAKSIMAL
30 Oktober 2014

Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Jawa Barat terus melakukan revitalisasi pada sub terminal agribinis di beberapa kabupaten.
 

 1 2 3 >  Last ›