Selamat kepada para pemenang Lomba Website Lingkup Kementerian Pertanian Tahuan 2015, Kategori Eselon I Lingkup Kementerian Pertanian (Peringkat I : Sekretariat Jenderal-Peringkat II: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian-Peringkat III: Direktorat Jenderal Prasana dan Sarana Pertanian); Kategori Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Lingkup Kementerian Pertanian (Peringkat I: Balai Embrio Ternak Cipelang-Peringkat II: Pusat Veteriner Farma Surabaya-Peringkat III: Balai Veteriner Lampung); Kategori Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi Lingkup Pertanian (Peringkat I : Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, Peringkat II : Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, Peringkat III: Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur); Kategori Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten/Kota Lingkup Pertanian (Peringkat I: Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Grobogan Provinsi Jawa Tengah, Peringkat II: Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta, Peringkat III: Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar Provinsi Bali) MAJU TERUS PPID, PELAYANAN PRIMA INFORMASI PUBLIK BERBASIS WEB.
Home >> Informasi >> Berita
Berita

15 Mei 20080
Cara Penggunaan Pupuk Organik Cair
Penulis : Nana Namara

Salah satu kendala dalam peningkatan produksi pertanian adalah tidak efisiensinya penggunaan pupuk. Indikator umum yang terlihat di lapangan terjadi kejenuhan pupuk (Levelling of) di mana laju pertumbuhan produksi pertanian semakin menurun, akibat menurunnya aktivitas biologi tanah. Salah satu cara pemupukan yang murah dan mudah dilakukan serta ramah lingkungan adalah penggunaan pupuk organik, dengan kompos dan pupuk kandang. Bahannya banyak tersedia dilapangan dan di kebun para petani, memanfaatkan sampah-sampah rerumputan kering, sisa-sisa tanaman dan bahan organik lainnya. Biofertilizer/Enzym yang telah diformulasi dan dikomposisi sebagai pupuk cair/PPC dapat digunakan sebagai pupuk sekaligus bahan penghancur pengurain kompos. Agar lebih cepat terurai dan diserap tanaman melalui akar dari organik cair yang terkandung dalam Biofertilizer/Enzym dan kompos yang terurai dalam tanah. Hasilnya, sumbangan yang nyata dari jasad mikro terhadap tanah ialah dekomposisi bahan organik melalui proses ini dihancurkan dan selanjutnya unsur hara dalam bentuk organik menjadi tersedia bagi tumbuhan. Sehingga tanah menjadi mantap dan tanaman subur cukup tersedia hara secara alami. Biofertilizer/Enzym dapat digunakan secara fleksibel antara lain untuk pemupukan, penghancuran kompos, penyiangan dan pembumbunan tanaman, hanya dalam satu kali proses aplikasi di pertanaman. Caranya: Pertama, kumpulkan sampah-sampah, daun-daun dan rerumputan kering di sekeliling tunggak pohon tanaman, tarik sampah-sampah organik dengan cangkul. Kedua, siram dengan larutan PPC/Biofertilizer dengan gembor sampai basah dan merata penyiraman dilakukan dua kali, bagian tengah dan di atas permukaan tumpukan sampah/ humus yang sudah kering dan mati. Ketiga, penyiraman dilakukan dua kali, bagian tengah dan atas permukaan tumpukan sampah-sampah/ humus yang sudah kering dan mati, Keempat, tinggi tumpukan 50 cm. Kelima, tumpuk kembali tumpukan sampah atau kompos dengan tanah di sekitar pohon, tebal tanah penutup 10 cm. sehingga menjadi bumbunan atau sekaligus menimbun tunggak pohon dan akar permukaan. Keenam, takaran penyiraman larutan PPC Biofertilizer/Enzym 10x larutan per 10-15 kg kompos atau pupuk kandang per pohon. Ketujuh, dosis PPC Biofertilizer/Enzym : 4cc/liter air atau 40 cc per gembor isi 10 liter. Kedelapan, lakukan pencampuran PPC Biofertilizer di dalam gembor dan aduk-aduk sebelum disiramkan pada kompos atau tanah. Kesembilan, pemupukan dan pembumbunan cara ini dilakukan pada tanaman keras muda dan dewasa seperti tanaman cengkeh, kakao, kopi, kelapa, jambu mete, mangga, jeruk, durian, manggis, Rambutan, dan lain-lain.

Sumber : Sinar Tani | File : | Dibaca : 53696 x


Berita Lainnya

BULOG CIREBON TERJUNKAN SATGAS SERAP BERAS
29 April 2016

INILAH, Cirebon- Bulog subdrive Cirebon menerjunkan satgas kerja guna penyerapan gabah dari petani untuk mengoptimalkan target sebesar 140 ribu ton. “untuk tahun ini kami memiliki empat satuan kerja pengadaan, guna

IPB KEMBANGKAN BENIH HASIL RISET
29 April 2016

BOGOR, KOMPAS, - Institut Pertanian Bogor mengembangkan industri rintisan untuk mengomersialkan benih hasil riset pengajarnya salah satunya benih padi varietes IPB 3S. Itu bagian dari hilirisasi hasil riset agar bermanfaat

JELANG RAMADHAN KENDALIKAN HARGA PANGAN
29 April 2016

INILAHKORAN, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan harga kebutuhan pangan menjelang Ramadhan pada bulan Juni 2016 harus dikendalikan agar tidak menyumbang inflasi tinggi.

PERTANIAN INDUSTRIAL UNTUK MENARIK ORANG MUDA
29 April 2016

JAKARTA, KOMPAS – Pemerintah harus mampu menjadikan pertanian tidak sekedar dan di pandang sebagai budidaya secocok tanam, tetapi merupakan kegiatan produktif industrial yang bernilai tambah baik lagi kehidupan. Dengan demikian

 1 2 3 >  Last ›