Home >> Informasi >> Berita
Berita

15 Mei 20080
Cara Penggunaan Pupuk Organik Cair
Penulis : Nana Namara

Salah satu kendala dalam peningkatan produksi pertanian adalah tidak efisiensinya penggunaan pupuk. Indikator umum yang terlihat di lapangan terjadi kejenuhan pupuk (Levelling of) di mana laju pertumbuhan produksi pertanian semakin menurun, akibat menurunnya aktivitas biologi tanah. Salah satu cara pemupukan yang murah dan mudah dilakukan serta ramah lingkungan adalah penggunaan pupuk organik, dengan kompos dan pupuk kandang. Bahannya banyak tersedia dilapangan dan di kebun para petani, memanfaatkan sampah-sampah rerumputan kering, sisa-sisa tanaman dan bahan organik lainnya. Biofertilizer/Enzym yang telah diformulasi dan dikomposisi sebagai pupuk cair/PPC dapat digunakan sebagai pupuk sekaligus bahan penghancur pengurain kompos. Agar lebih cepat terurai dan diserap tanaman melalui akar dari organik cair yang terkandung dalam Biofertilizer/Enzym dan kompos yang terurai dalam tanah. Hasilnya, sumbangan yang nyata dari jasad mikro terhadap tanah ialah dekomposisi bahan organik melalui proses ini dihancurkan dan selanjutnya unsur hara dalam bentuk organik menjadi tersedia bagi tumbuhan. Sehingga tanah menjadi mantap dan tanaman subur cukup tersedia hara secara alami. Biofertilizer/Enzym dapat digunakan secara fleksibel antara lain untuk pemupukan, penghancuran kompos, penyiangan dan pembumbunan tanaman, hanya dalam satu kali proses aplikasi di pertanaman. Caranya: Pertama, kumpulkan sampah-sampah, daun-daun dan rerumputan kering di sekeliling tunggak pohon tanaman, tarik sampah-sampah organik dengan cangkul. Kedua, siram dengan larutan PPC/Biofertilizer dengan gembor sampai basah dan merata penyiraman dilakukan dua kali, bagian tengah dan di atas permukaan tumpukan sampah/ humus yang sudah kering dan mati. Ketiga, penyiraman dilakukan dua kali, bagian tengah dan atas permukaan tumpukan sampah-sampah/ humus yang sudah kering dan mati, Keempat, tinggi tumpukan 50 cm. Kelima, tumpuk kembali tumpukan sampah atau kompos dengan tanah di sekitar pohon, tebal tanah penutup 10 cm. sehingga menjadi bumbunan atau sekaligus menimbun tunggak pohon dan akar permukaan. Keenam, takaran penyiraman larutan PPC Biofertilizer/Enzym 10x larutan per 10-15 kg kompos atau pupuk kandang per pohon. Ketujuh, dosis PPC Biofertilizer/Enzym : 4cc/liter air atau 40 cc per gembor isi 10 liter. Kedelapan, lakukan pencampuran PPC Biofertilizer di dalam gembor dan aduk-aduk sebelum disiramkan pada kompos atau tanah. Kesembilan, pemupukan dan pembumbunan cara ini dilakukan pada tanaman keras muda dan dewasa seperti tanaman cengkeh, kakao, kopi, kelapa, jambu mete, mangga, jeruk, durian, manggis, Rambutan, dan lain-lain.

Sumber : Sinar Tani | File : | Dibaca : 47358 x


Form Komentar Berita


Berita Lainnya

PETANI HARAPKAN NORMALISASI SUNGAI CIKERUH
02 Juni 2015

Sejumlah petani dan warga di Desa Sukahaji, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka berharap normalisasi aliran sungai Cikeruh di Desa Sukahaji dilakukan dengan cara membangun bantaran sungai, di samping pengerukan batu

BULOG PASTIKAN RASKIN TAK TERCAMPUR BERAS PLASTIK
02 Juni 2015

Direktur Utama Perum Bulog Lenny Sugihat memastikan beras untuk rumah tangga miskin (raskin) tidak tercampur beras plastik.

PEMERINTAH PASTIKAN TIDAK ADA BERAS PLASTIK
29 Mei 2015

Pemerintah memastikan tidak ada beras plastik yang beredar di Indonesia. Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti dalam keterangan pers di Kantor Presiden Jakarta Selasa (26/5/2015) menjelaskan bahwa dari

MENTAN SOAL BERAS: 100% KAMI TIDAK IMPOR!
29 Mei 2015

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman yakin, tahun ini Indonesia tidak perlu mengimpor beras jenis medium. ‎Produksi beras di dalam negeri dinilai cukup hingga akhir tahun.

 1 2 3 >  Last ›