Digrahayu Provinsi Jawa Barat ke 70, dengan semangat “Jabar Kahiji, Jabar Kreatif dan, Bestari\"kita wujudkan Swasembada Pangan Provinsi Jawa Barat.
Home >> Informasi >> Berita
Berita

15 Mei 20080
Cara Penggunaan Pupuk Organik Cair
Penulis : Nana Namara

Salah satu kendala dalam peningkatan produksi pertanian adalah tidak efisiensinya penggunaan pupuk. Indikator umum yang terlihat di lapangan terjadi kejenuhan pupuk (Levelling of) di mana laju pertumbuhan produksi pertanian semakin menurun, akibat menurunnya aktivitas biologi tanah. Salah satu cara pemupukan yang murah dan mudah dilakukan serta ramah lingkungan adalah penggunaan pupuk organik, dengan kompos dan pupuk kandang. Bahannya banyak tersedia dilapangan dan di kebun para petani, memanfaatkan sampah-sampah rerumputan kering, sisa-sisa tanaman dan bahan organik lainnya. Biofertilizer/Enzym yang telah diformulasi dan dikomposisi sebagai pupuk cair/PPC dapat digunakan sebagai pupuk sekaligus bahan penghancur pengurain kompos. Agar lebih cepat terurai dan diserap tanaman melalui akar dari organik cair yang terkandung dalam Biofertilizer/Enzym dan kompos yang terurai dalam tanah. Hasilnya, sumbangan yang nyata dari jasad mikro terhadap tanah ialah dekomposisi bahan organik melalui proses ini dihancurkan dan selanjutnya unsur hara dalam bentuk organik menjadi tersedia bagi tumbuhan. Sehingga tanah menjadi mantap dan tanaman subur cukup tersedia hara secara alami. Biofertilizer/Enzym dapat digunakan secara fleksibel antara lain untuk pemupukan, penghancuran kompos, penyiangan dan pembumbunan tanaman, hanya dalam satu kali proses aplikasi di pertanaman. Caranya: Pertama, kumpulkan sampah-sampah, daun-daun dan rerumputan kering di sekeliling tunggak pohon tanaman, tarik sampah-sampah organik dengan cangkul. Kedua, siram dengan larutan PPC/Biofertilizer dengan gembor sampai basah dan merata penyiraman dilakukan dua kali, bagian tengah dan di atas permukaan tumpukan sampah/ humus yang sudah kering dan mati. Ketiga, penyiraman dilakukan dua kali, bagian tengah dan atas permukaan tumpukan sampah-sampah/ humus yang sudah kering dan mati, Keempat, tinggi tumpukan 50 cm. Kelima, tumpuk kembali tumpukan sampah atau kompos dengan tanah di sekitar pohon, tebal tanah penutup 10 cm. sehingga menjadi bumbunan atau sekaligus menimbun tunggak pohon dan akar permukaan. Keenam, takaran penyiraman larutan PPC Biofertilizer/Enzym 10x larutan per 10-15 kg kompos atau pupuk kandang per pohon. Ketujuh, dosis PPC Biofertilizer/Enzym : 4cc/liter air atau 40 cc per gembor isi 10 liter. Kedelapan, lakukan pencampuran PPC Biofertilizer di dalam gembor dan aduk-aduk sebelum disiramkan pada kompos atau tanah. Kesembilan, pemupukan dan pembumbunan cara ini dilakukan pada tanaman keras muda dan dewasa seperti tanaman cengkeh, kakao, kopi, kelapa, jambu mete, mangga, jeruk, durian, manggis, Rambutan, dan lain-lain.

Sumber : Sinar Tani | File : | Dibaca : 48144 x


Berita Lainnya

HARGA GABAH DAN BERAS NAIK
03 September 2015

INDERALAYA,- KOMPAS – Harga gabah kering panen dan beras di beberapa daerah mulai bergerak naik. Kenaikan itu sebagai efek dari menipisnya stok beras di pasaran, setelah gagal panen dalam sebulan terakhir akibat kemarau berkepanjangan. Kenaikan harga ini diperkirakan terus terjadi hingga beberapa waktu mendatang.

PETANI MASIH HADAPI KENDALA
01 September 2015

Petani masih menghadapi kendala dalam upaya meningkatkan produksi padi. Seperti dikeluhkan Amaq Arti, Ketua Kelompoktani Tunas Baru, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara.

PASOKAN KEDELAI AMAN
01 September 2015

Pekerja distributor kedelai Depot Kacang Kedelai di Pasir Koja, Bandung, Jawa Barat, mengangkut karung berisi kedelai untuk dikirimkan kepada pemesan, yaitu para perajin tahu Cibuntu, Selasa (25/8).

HARGA KEDELAI NAIK, PERAJIN TAHU TEMPE KELIMPUNGAN
01 September 2015

BANJAR,(PR).-
Turunnya nila tukar rupiah terhadap dollar AS, juga berdampak langsung terhadap perajin tahu dan tempe. Sebab bahan baku tahu dan tempe berasal dari kedelai impor.

 1 2 3 >  Last ›