Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Provinsi Jawa Barat Ke-69,--“Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh”
Home >> Informasi >> Berita
Berita

15 Mei 20080
Cara Penggunaan Pupuk Organik Cair
Penulis : Nana Namara

Salah satu kendala dalam peningkatan produksi pertanian adalah tidak efisiensinya penggunaan pupuk. Indikator umum yang terlihat di lapangan terjadi kejenuhan pupuk (Levelling of) di mana laju pertumbuhan produksi pertanian semakin menurun, akibat menurunnya aktivitas biologi tanah. Salah satu cara pemupukan yang murah dan mudah dilakukan serta ramah lingkungan adalah penggunaan pupuk organik, dengan kompos dan pupuk kandang. Bahannya banyak tersedia dilapangan dan di kebun para petani, memanfaatkan sampah-sampah rerumputan kering, sisa-sisa tanaman dan bahan organik lainnya. Biofertilizer/Enzym yang telah diformulasi dan dikomposisi sebagai pupuk cair/PPC dapat digunakan sebagai pupuk sekaligus bahan penghancur pengurain kompos. Agar lebih cepat terurai dan diserap tanaman melalui akar dari organik cair yang terkandung dalam Biofertilizer/Enzym dan kompos yang terurai dalam tanah. Hasilnya, sumbangan yang nyata dari jasad mikro terhadap tanah ialah dekomposisi bahan organik melalui proses ini dihancurkan dan selanjutnya unsur hara dalam bentuk organik menjadi tersedia bagi tumbuhan. Sehingga tanah menjadi mantap dan tanaman subur cukup tersedia hara secara alami. Biofertilizer/Enzym dapat digunakan secara fleksibel antara lain untuk pemupukan, penghancuran kompos, penyiangan dan pembumbunan tanaman, hanya dalam satu kali proses aplikasi di pertanaman. Caranya: Pertama, kumpulkan sampah-sampah, daun-daun dan rerumputan kering di sekeliling tunggak pohon tanaman, tarik sampah-sampah organik dengan cangkul. Kedua, siram dengan larutan PPC/Biofertilizer dengan gembor sampai basah dan merata penyiraman dilakukan dua kali, bagian tengah dan di atas permukaan tumpukan sampah/ humus yang sudah kering dan mati. Ketiga, penyiraman dilakukan dua kali, bagian tengah dan atas permukaan tumpukan sampah-sampah/ humus yang sudah kering dan mati, Keempat, tinggi tumpukan 50 cm. Kelima, tumpuk kembali tumpukan sampah atau kompos dengan tanah di sekitar pohon, tebal tanah penutup 10 cm. sehingga menjadi bumbunan atau sekaligus menimbun tunggak pohon dan akar permukaan. Keenam, takaran penyiraman larutan PPC Biofertilizer/Enzym 10x larutan per 10-15 kg kompos atau pupuk kandang per pohon. Ketujuh, dosis PPC Biofertilizer/Enzym : 4cc/liter air atau 40 cc per gembor isi 10 liter. Kedelapan, lakukan pencampuran PPC Biofertilizer di dalam gembor dan aduk-aduk sebelum disiramkan pada kompos atau tanah. Kesembilan, pemupukan dan pembumbunan cara ini dilakukan pada tanaman keras muda dan dewasa seperti tanaman cengkeh, kakao, kopi, kelapa, jambu mete, mangga, jeruk, durian, manggis, Rambutan, dan lain-lain.

Sumber : Sinar Tani | File : | Dibaca : 37767 x


Form Komentar Berita


Berita Lainnya

MANFAAT SORGUM SELAIN UNTUK PANGAN
02 September 2014

Sorgum merupakan tanaman serealia yang potensial dikembangkan untuk menunjang program ketahanan pangan dan agribisnis. Keunggulan sorgum antara lain daya adaptasi luas pada berbagai agroekologi seperti pantai hingga pegunungan, kebutuhan

PETANI MULAI MENANAM PALAWIJA
01 September 2014

Memanfaatkan minimnya pasokan air musim kemarau, petani di wilayah Pamongkoran, Kecamatan Banjar, Kota banjar mulai menanam palawija jenis kedelai. Langkah tersebut sekaligus sebagai upaya memutus mata rantai atau siklus

PANGANDARAN TERIMA PENYERAHAN ASET PERTANIAN DARI CIAMIS
01 September 2014

Kabupaten Pangandaran mendapatkan peralatan pengolahan pertanian dari Kabupaten Ciamis. Peralatan tersebut merupakan aset yang sebelumnya berada di kabupaten induk. Dikatakan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Ciamis Kustini, aset

UBI JALAR LOKAL DAN NARUTO UNTUK EKSPOR KE JEPANG
29 Agustus 2014

Jangan sepelekan ubi jalar. Berkat budi daya tanaman umbi-umbian yang menjalar ini PT Galih Estetika bisa mengekspor ubi ke Jepang dan Korea Selatan. Di bawah hujan rintik, Presiden Susilo

 1 2 3 >  Last ›