Peringatan Ke-86, Hari Ibu Nasional Tahun 2014. “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Qs. Luqman : 14)
Home >> Informasi >> Berita
Berita

19 November 20070
Kegiatan Pengukuran Data Luas Baku Lahan Sawah dengan menggunakan GPS di Kabupaten Subang
Penulis : Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Jawa Barat

Kegiatan pengumpulan data luas bakulahan sawah pada dasarnya untuk meningkatkan ketersediaan data dan informasi luas baku sawah pada berbagai tingkat administratif yang mempunyai akurasi yang tinggi sehingga dapat membantu dalam merencanakan dan membuat kebijakan pembangunan pertanian.Lebih khusus luas baku lahan sawah sangat diperlukan dalam menyusun perencanaan dan penyusunan neraca produksi padi dan palawija secara dalam periode satu tahun tanam.

Untuk memperoleh data yang tingkat keakuratannya tinggi maka dipandang perlu untuk melakukan pengukuran luas baku lahan hingga tingkat desa dengan menggunakan alat GPS (Global Positioning System).

Pengukuran dengan menggunakan alat GPS ini dilaksanakan oleh Pusat Data dan Informasi Departemen Pertanian bekerjasama dengan PT. Kwarsa Hexagon dan dengan dibantu oleh Dinas Pertanian Propinsi Jawa Barat, DinasPertanian Kabupaten Subang dan seluruh petugas statistik beserta KCD dari seluruh propinsi Jawa Barat. Dan kebetulan Kabupaten Subang dijadikan sampel atau contoh kegiatan pengukuran luas baku lahan sawah dengan alat GPS. Alat GPS yang digunakan adalah Garmin 76CSx dengan Tremble Juno.

Sebagai output dari kegiatan ini berupa penyajian data luas baku lahan sawah dalam bentuk peta spasial berbasis geografis ini akan lebih informatif dan menarik serta lebih mudah untuk dilakukan pengolahan data lebih lanjut.

Sumber : Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Jawa Barat | File : | Dibaca : 104245 x


Form Komentar Berita


Berita Lainnya

BEGINI CARA MENTAN TINGKATKAN PENDAPATAN PETANI
28 Januari 2015

Bagi Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) tidak kalah pentingnya seperti irigasi, benih, pupuk, dan penyuluh. 

PEMBUKAAN PRODI TAK TERKENDALI
27 Januari 2015

Pembukaan progam studi disejumlah perguruan tinggi seperti tak terkendali . Perguruan tinggi leluasa bmembuka program studi meskipun tidak disertai dengan fasilitas dan tenaga pengajar yang memadai . Disis lain

KERUGIAN EKOLOGIS CAPAI RP. 16,4 TRILIUN
27 Januari 2015

Tabungan Kerugian ekologis Jawa Barat tahun 2015 bisa mencaoai Rp. 16,4 Triliun jika pemerintah provinsi dan kabupaten/kota tidak menyelsaikan persoalan lingkungan. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat membentuk Satuan

MENTAN: JEROAN ITU MAKANAN ANJING, IMPOR SAYA TUTUP
27 Januari 2015

Pemerintah akan menutup keran impor jeroan daging. Menteri Pertanian Amran Sulaiman beralasan jeroan di luar negeri bukan untuk makanan manusia.

 1 2 3 >  Last ›