Home >> Informasi >> Berita
Berita

19 September 20130
PERHATIAN GUBERNUR JABAR TERHADAP PENYULUH PERTANIAN SANGAT BESAR
Penulis : Enggal SW

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan Ketika Lepas 1.732 Tenaga Penyuluh Pertanian di Gedung Sate

SEKTOR pertanian mempunyai peranan yang sangat penting dalam perekonomian nasional. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi yang dominan, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam pencapaian tujuan pembangunan perekonomian nasional. Kontribusi dominan sektor pertanian khususnya dalam pemantapan ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja dan pemerataan pendapatan.

 
 

Secara garis besar kebijakan pembangunan pertanian diprioritaskan kepada beberapa program kerja yang dijabarkan ke dalam beberapa kegiatan, dengan tujuan untuk mencapai sasaran dari pembangunan pertanian.

Kementerian Pertanian telah menetapkan target pembangunan pertanian pada tahun 2012-2014, di antaranya pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan, peningkatan diversifikasi pangan, peningkatan nilai tambah, daya saing dan ekspor serta peningkatan kesejahteraan petani.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, Ir Diden Trisnadi MP, kepada Enggal SW dari FAKTA mengatakan, guna mewujudkan target utama pembangunan pertanian tersebut diperlukan pelaku utama dan pelaku usaha pertanian yang berkualitas, handal dan berkemampuan manajerial serta memiliki jiwa kewirausahaan dan organisasi bisnis, sehingga mampu membangun usaha tani yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Ditambahkan Diden, penyuluhan pertanian sebagai bagian dari sistem pembanguan pertanian mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam rangka pengembangan SDM pertanian, khususnya pemberdayaan masyarakat tani yang berada di wilayah perdesaan. Dan, penyuluhan pertanian merupakan proses pembelajaran bagi pelaku utama dan pelaku usaha guna meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan dan kesejahteraan serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian lingkungan hidup.

 
 

Masih menurut Diden, dalam rangka meningkatkan peran penyuluhan guna mendukung terwujudnya target utama pembangunan pertanian, diperlukan penyuluhan yang profesional, kreatif, inovatif dan berwawasan global.

Sejalan dengan itu Kementerian Pertanian dan Gubernur Jawa Barat telah berupaya meningkatkan jumlah penyuluh yang ada di Jawa Barat guna memenuhi kebijakan satu desa satu penyuluh.

Sejak tahun 2007 sampai dengan tahun 2009 Kementerian Pertanian telah merekrut Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) dan Gubernur Jawa Barat merekrut 1.000 orang THL P2BN dalam upaya mendukung mensukseskan Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) di Jawa Barat.

Jumlah penyuluh pertanian di Jawa Barat pada saat ini 4.896 orang terdiri dari 2.165 orang penyuluh PNS, 1.731 orang THL-TBPP dan 1.000 orang THL P2BN. Penyuluh pertanian tersebut diarahkan untuk melaksanakan tugas pendampingan dan konsultasi bagi pelaku utama dan pelaku usaha dalam pengembangan usaha agribisnis sehingga adopsi teknologi tepat guna dapat berjalan dengan baik yang pada gilirannya meningkatkan pemberdayaan pelaku utama, produksi, produksivitas, pendapatan dan kesejahteraan petani beserta keluarganya.

Ditegaskan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat bahwa perhatian Gubernur Jawa Barat kepada penyuluh pertanian sangat besar. Ini dibuktikan dengan penghargaan yang diterima Gubernur Jawa Barat atas Komitmen Terhadap Pengembangan Penyuluhan Pertanian Tingkat Provinsi Tahun 2012 di Lampung. Penghargaan itu diperoleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, atas komitmennya terhadap penyuluhan pertanian sebagai Gubernur Peduli Pengembangan Penyuluhan Pertanian.

Penganugerahan penghargaan tersebut diserahkan oleh Mentan, DR Ir Suswono MMA, pada acara puncak Jambore Penyuluhan (Temu Teknis dan Temu Karya Penyuluh Pertanian) se-Indonesia 2012 pada 30 Juni 2012 di Lapangan Mulyo Jati, Kecamatan Metro Barat, Kota Metro, Provinsi Lampung.

Serta tahun 2013 ini Gubernur Jawa Barat memberikan perhatian dalam rangka meningkatkan kinerja penyuluh. Penyuluh PNS diberikan Biaya Operasional Penyuluh (BOP) sebesar Rp 190.000,-/bulan, THL-TBPP diberikan Biaya Trasport Rp 150.000,-/bulan dan tambahan Honorarium selama 2 bulan (November dan Desember) sebesar Rp 400.000,-/bulan serta memberikan honorium bagi THL P2BN sebesar Rp 850.000,-/bulan

Sumber : http://majalahfaktaonline.blogspot.com | File : | Dibaca : 9824 x


Form Komentar Berita


Berita Lainnya

PETANI HARAPKAN NORMALISASI SUNGAI CIKERUH
02 Juni 2015

Sejumlah petani dan warga di Desa Sukahaji, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka berharap normalisasi aliran sungai Cikeruh di Desa Sukahaji dilakukan dengan cara membangun bantaran sungai, di samping pengerukan batu

BULOG PASTIKAN RASKIN TAK TERCAMPUR BERAS PLASTIK
02 Juni 2015

Direktur Utama Perum Bulog Lenny Sugihat memastikan beras untuk rumah tangga miskin (raskin) tidak tercampur beras plastik.

PEMERINTAH PASTIKAN TIDAK ADA BERAS PLASTIK
29 Mei 2015

Pemerintah memastikan tidak ada beras plastik yang beredar di Indonesia. Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti dalam keterangan pers di Kantor Presiden Jakarta Selasa (26/5/2015) menjelaskan bahwa dari

MENTAN SOAL BERAS: 100% KAMI TIDAK IMPOR!
29 Mei 2015

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman yakin, tahun ini Indonesia tidak perlu mengimpor beras jenis medium. ‎Produksi beras di dalam negeri dinilai cukup hingga akhir tahun.

 1 2 3 >  Last ›