Selamat kepada para pemenang Lomba Website Lingkup Kementerian Pertanian Tahuan 2015, Kategori Eselon I Lingkup Kementerian Pertanian (Peringkat I : Sekretariat Jenderal-Peringkat II: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian-Peringkat III: Direktorat Jenderal Prasana dan Sarana Pertanian); Kategori Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Lingkup Kementerian Pertanian (Peringkat I: Balai Embrio Ternak Cipelang-Peringkat II: Pusat Veteriner Farma Surabaya-Peringkat III: Balai Veteriner Lampung); Kategori Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi Lingkup Pertanian (Peringkat I : Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, Peringkat II : Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat, Peringkat III: Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur); Kategori Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten/Kota Lingkup Pertanian (Peringkat I: Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab. Grobogan Provinsi Jawa Tengah, Peringkat II: Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta, Peringkat III: Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Kota Denpasar Provinsi Bali) MAJU TERUS PPID, PELAYANAN PRIMA INFORMASI PUBLIK BERBASIS WEB.
Home >> Informasi >> Berita
Berita

29 Oktober 20120
PEMBERDAYAAN PENANGKAR BENIH PADI DI KABUPATEN KUNINGAN
Penulis : Admin Seksi Serealia Bidang Tanaman Pangan Diperta Jabar

Penangkaran benih padi dilaksanakan oleh 2 kelompok tani, masing-masing seluas 25 ha

Dalam rangka mendukung peningkatan kemampuan penangkaran benih padi, pada tahun 2012 dialokasikan kegiatan Pemberdayaan Penangkar Benih Padi di Jawa Barat yang bersumber dari APBN, diantaranya Kabupaten Kuningan (Kecamatan Luragung) sebanyak 1 unit seluas 50 ha.

Penangkaran benih padi dilaksanakan oleh 2 kelompok tani, masing-masing seluas 25 ha, yaitu sebagai berikut :

1. Desa Gunungkarung Kelompoktani Subur Tani II, Ketua Sapja, jumlah anggota 76 orang (telah dipanen).

2. Desa Benda, Kelompoktani Sri Mukti, Ketua Kursim, jumlah anggota 82 orang.

Kedua kelompoktani tersebut menangkarkan benih sumber varietas mekongga dan berasal dari Balai Benih setempat.  Fasilitasi yang diberikan/disediakan melalui penganggaran APBN terdiri atas :

1. Sarana Produksi (Pupuk Urea, NPK, Organik, PPC dan Pestisida).

2. Sarana alat mesin pertanian penangkaran.

Model budidaya yang dilaksanakan dengan jajar legowo dengan metode pengendalian melalui prinsip pengendalian hama terpadu (PHT).

Sumber : Seksi Serealia Bidang Tanaman Pangan Diperta Jabar | File : | Dibaca : 18139 x


Berita Lainnya

BULOG CIREBON TERJUNKAN SATGAS SERAP BERAS
29 April 2016

INILAH, Cirebon- Bulog subdrive Cirebon menerjunkan satgas kerja guna penyerapan gabah dari petani untuk mengoptimalkan target sebesar 140 ribu ton. “untuk tahun ini kami memiliki empat satuan kerja pengadaan, guna

IPB KEMBANGKAN BENIH HASIL RISET
29 April 2016

BOGOR, KOMPAS, - Institut Pertanian Bogor mengembangkan industri rintisan untuk mengomersialkan benih hasil riset pengajarnya salah satunya benih padi varietes IPB 3S. Itu bagian dari hilirisasi hasil riset agar bermanfaat

JELANG RAMADHAN KENDALIKAN HARGA PANGAN
29 April 2016

INILAHKORAN, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan harga kebutuhan pangan menjelang Ramadhan pada bulan Juni 2016 harus dikendalikan agar tidak menyumbang inflasi tinggi.

PERTANIAN INDUSTRIAL UNTUK MENARIK ORANG MUDA
29 April 2016

JAKARTA, KOMPAS – Pemerintah harus mampu menjadikan pertanian tidak sekedar dan di pandang sebagai budidaya secocok tanam, tetapi merupakan kegiatan produktif industrial yang bernilai tambah baik lagi kehidupan. Dengan demikian

 1 2 3 >  Last ›