:[Terimakasih Atas Kunjungan Anda di Website Resmi Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat (http://diperta.jabarprov.go.id/) dan ikuti juga Media Sosialnya, Follow @dipertajabar dan fb: Diperta Jabar *]
Home >> Informasi >> Berita
Berita

17 Maret 20100
PANEN JAGUNG TERPADAT PECAHKAN REKOR MURI
Penulis : Admin

Hasil panen jagung manis yang ditangani oleh PT Sukacita Membawa Sukses (PT SMS) dan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) pada lahan 10 hektar di Dusun Saptamarga, Desa Sirnabaya, Kecamatan Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, berhasil memecahkan rekor Musium Rekor Indonesia (MURI) dengan 4 kategori sekaligus.

‘Panen jagung ini berhasil memecahkan rekor hasil panen jagung tertinggi, penanaman jagung dengan populasi terpadat, buah jagung yang termanis, dan sebanyak 300 orang makan jagung mentah sekaligus saat panen”, ujar Direktur Muri, Sutikno Susilo. Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamuthi ikut hadir di panen jagung ini.

Direktur PT SMS, David Andi Purnama, prestasi ini bisa diraih berkat kerjasama melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) antara PT SMS dan PT Peruri dengan paket teknologi Simbiosis Mutualisme Sistem (SMS). “Konsep teknologi ini melibatkan seluruh pihak dari segi Pembudidayaan dan penyediaan pasarnya”, ujar David.

Pada lahan tersebut ditanami jagung manis Bonanza dari PT East West Seed Indonesia (EWSI). Dengan menggunakan pola tanam jajar legowo arah timur barat ini, sinar matahari dan sirkulasi udara lebih baik sehingga produktivitas tanaman lebih tinggi. “Kita bisa menanam jagung dengan populasi 87000 per hektar per musim tanam, padahal EWSI hanya menganjurkan 42000 tanaman per hektar”, katanya.

Produktivitas tanaman jagung berkonsep SMS tersebut rata-rata lebih dari 20 ton per ha per musim tanam. Selain itu, imbuh David, banyak juga tanaman bertongkol dua, sehingga setiap hektar bisa menghasilkan 26.5 ton per musim tanam. “Padahal dengan populasi 42000 tanaman per hektar hanya bisa menghasilkan 9-15 ton per hektar per musim tanam”, jelasnya.

Selain jumlah populasi dan produktivitas yang tertinggi, buah jagung yang dihasilkan dari penanaman ini memiliki rasa manis yang kadar gulanya jauh melebihi kadar gula manis biasanya. “Jagung yang kita tanam memiliki kadar gula 20 brick, padahal kadar gula jagung biasanya hanya 12 brick sehingga buahnya terasa nikmat walau dimakan mentah”, jelas David.

David mengatakan penanaman ini menggunakan pupuk kandang sebanyak 5 ton per hektar, pupuk urea dan NPK masing-masing 3 gr per tanaman, dan menggunakan pupuk cair berupa enzim rakitan PT SMS.David menambahkan penanaman jagung dengan paket teknologi SMS ini diintegrasikan dengan peternakan sapi untuk tujuan Penggemukan 100 ekor sapi potong. “Keseluruhan investasi awal yang diperlukan untuk menerapakan paket teknologi ini sekitar Rp. 552,3 juta”, ujarnya.

Sementara itu, Pembina Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Perum Peruri, Harry AS Sukadis, berharap penghargaan rekor MURI bisa menjadi motivasi untuk terus meningkatkan hasil PKBL Perum Peruri kedepan. “Angka panen jagung ini adalah angka yang spektakuler dan konon bisa memecahkan rekor dunia dan kedepannya akan terus kita kembangkan”, kata Harry.

Sumber : Sinar Tani | File : | Dibaca : 42180 x


Form Komentar Berita


Berita Lainnya

12 KECAMATAN DI INDRAMAYU AKHIRNYA PEROLEH PUPUK UREA
23 Juli 2014

Sebanyak 12 kecamatan mendapatkan alokasi pupuk urea. Sebelumnya, kedua belas kecamatan itu mengalami kelangkaan pupuk. Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Indramayu, Sutatang menyebutkan, adanya pupuk urea itu dimulai

10 BUAH PALING DICARI SELAMA MUSIM PANAS
23 Juli 2014

Musim panas yang penuh dengan sengatan dan terik matahari ada banyak orang berpikir untuk menikmatinya dengan bersantap buah. Pada musim ini ada banyak buah-buahan yang tersedia yang membantu mendinginkan

INDONESIA BISA UNGGUL DALAM NANOTEKNOLOGI PANGAN
22 Juli 2014

Negara-negara maju terus berlomba menciptakan inovasi berbasis nanoteknologi. Jepang misalnya, kini telah menghasilkan

PELANTIKAN ESELON II LINGKUP KEMENTERIAN PERTANIAN
22 Juli 2014

Dalam birokrasi, proses mutasi dan promosi jabatan merupakan suatu hal rutin dalam penempatan

 1 2 3 >  Last ›