Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Provinsi Jawa Barat Ke-69,--“Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh”
Home >> Informasi >> Berita
Berita

17 Maret 20100
PANEN JAGUNG TERPADAT PECAHKAN REKOR MURI
Penulis : Admin

Hasil panen jagung manis yang ditangani oleh PT Sukacita Membawa Sukses (PT SMS) dan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri) pada lahan 10 hektar di Dusun Saptamarga, Desa Sirnabaya, Kecamatan Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, berhasil memecahkan rekor Musium Rekor Indonesia (MURI) dengan 4 kategori sekaligus.

‘Panen jagung ini berhasil memecahkan rekor hasil panen jagung tertinggi, penanaman jagung dengan populasi terpadat, buah jagung yang termanis, dan sebanyak 300 orang makan jagung mentah sekaligus saat panen”, ujar Direktur Muri, Sutikno Susilo. Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamuthi ikut hadir di panen jagung ini.

Direktur PT SMS, David Andi Purnama, prestasi ini bisa diraih berkat kerjasama melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) antara PT SMS dan PT Peruri dengan paket teknologi Simbiosis Mutualisme Sistem (SMS). “Konsep teknologi ini melibatkan seluruh pihak dari segi Pembudidayaan dan penyediaan pasarnya”, ujar David.

Pada lahan tersebut ditanami jagung manis Bonanza dari PT East West Seed Indonesia (EWSI). Dengan menggunakan pola tanam jajar legowo arah timur barat ini, sinar matahari dan sirkulasi udara lebih baik sehingga produktivitas tanaman lebih tinggi. “Kita bisa menanam jagung dengan populasi 87000 per hektar per musim tanam, padahal EWSI hanya menganjurkan 42000 tanaman per hektar”, katanya.

Produktivitas tanaman jagung berkonsep SMS tersebut rata-rata lebih dari 20 ton per ha per musim tanam. Selain itu, imbuh David, banyak juga tanaman bertongkol dua, sehingga setiap hektar bisa menghasilkan 26.5 ton per musim tanam. “Padahal dengan populasi 42000 tanaman per hektar hanya bisa menghasilkan 9-15 ton per hektar per musim tanam”, jelasnya.

Selain jumlah populasi dan produktivitas yang tertinggi, buah jagung yang dihasilkan dari penanaman ini memiliki rasa manis yang kadar gulanya jauh melebihi kadar gula manis biasanya. “Jagung yang kita tanam memiliki kadar gula 20 brick, padahal kadar gula jagung biasanya hanya 12 brick sehingga buahnya terasa nikmat walau dimakan mentah”, jelas David.

David mengatakan penanaman ini menggunakan pupuk kandang sebanyak 5 ton per hektar, pupuk urea dan NPK masing-masing 3 gr per tanaman, dan menggunakan pupuk cair berupa enzim rakitan PT SMS.David menambahkan penanaman jagung dengan paket teknologi SMS ini diintegrasikan dengan peternakan sapi untuk tujuan Penggemukan 100 ekor sapi potong. “Keseluruhan investasi awal yang diperlukan untuk menerapakan paket teknologi ini sekitar Rp. 552,3 juta”, ujarnya.

Sementara itu, Pembina Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Perum Peruri, Harry AS Sukadis, berharap penghargaan rekor MURI bisa menjadi motivasi untuk terus meningkatkan hasil PKBL Perum Peruri kedepan. “Angka panen jagung ini adalah angka yang spektakuler dan konon bisa memecahkan rekor dunia dan kedepannya akan terus kita kembangkan”, kata Harry.

Sumber : Sinar Tani | File : | Dibaca : 49546 x


Form Komentar Berita


Berita Lainnya

BENARKAH PERUBAHAN IKLIM BERHENTI SEMENTARA?
24 Oktober 2014

Selama ini ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa perubahan iklim berhenti sementara. Melihat data NOAA, hal itu tidak terbukti.

APA YANG TERJADI PADA INDONESIA BILA SELURUH ES KUTUB MELELEH?
24 Oktober 2014

Es di kutub utara dan selatan mencakup 10 persen dari permukaan Bumi. Jumlah es diperkirakan mencapai 5 miliar kubik. Apa yang terjadi pada dunia, khususnya Indonesia, bila seluruh es

PENELITI: 50 TAHUN LAGI SAWAH DI PULAU JAWA HILANG
24 Oktober 2014

Salah satu peneliti Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta, M Kundarto berpendapat, 50 tahun lagi lahan persawahan di Pulau Jawa akan hilang karena desakan pembangunan.

 

PROSPEK SINGKONG (Manihot utilissima) SEBAGAI PEMASOK BAHAN BAKU BIOETANOL UNTUK CAMPURAN BBM PREMIUM DAN PERMASALAHANNYA
23 Oktober 2014

Selintas para petani memandang singkong atau ubi kayu atau ketela pohon (Manihot utilissima) sebagai komoditi yang kurang menarik, karena dari asfek ekonomi memiliki nilai jual yang relatif rendah. Kondisi

 1 2 3 >  Last ›