Pimpinan beserta Staf mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H Mohon Ma'af Lahir dan Bathin
Home >> Informasi >> Artikel
Artikel

APLIKASI BAKTERI CORINE SP PADA TANAMAN PADI
13 Juli 2012

Penyemprotan larutan bakteri corine sp sangat berbeda dengan penyemprotan pestisida lain yang dapat dilakukan kapan saja. Agar penyemprotan efektif, maka perhatikan syarat-syarat sebagai berikut :

1. Penyemprotan sangat efektif jika dilakukan selepas jam 15 ( jam 3 sore hari) hingga sore hari. Jika terpaksa harus melakukan dipagi hari, penyemprotan Corine sp harus dihentikan jika waktu telah menunjukan jam 09.00. Lakukan esok harinya jika pekerjaan tidak selesai.

2. Sebelum digunakan, tangki harus dibilas air hingga benar-benar terbebas dari sisa pestisida sintetis (pestisida kimia).

3. Jangan sekali-kali Corine sp dicampur dengan pestisida lain, termasuk juga jangan dicampur pupuk organik cair.

4. Jika sawah telah disemprot pestisida lain sebelumnya, maka penyemprotan Corine sp  baru bisa dilakukan 5 – 7 hari kemudian. Apabila sawah telah disemprot Corine sp, maka jika akan melakukan penyemprotan pestisida lain harus menunggu 5 – 7 hari setelahnya.

Syarat ini jika salah satunya saja dilanggar, siapapun yang mengerti Corine tidak akan mau menjamin penyemprotan yang dilakukan akan berhasil.

Untuk mengambil manfaat Corine seoptimal mungkin, maka :

1. Dosis yang digunakan adalah 6-7 ml/liter air. Atau 100 ml larutan bakteri Corine untuk 1 tangki (knapsek) sprayer yang dicampur dengan air bersih 14-17 liter.

2.  Penyemprotan dilakukan 3 kali, yaitu : pada 14 hst, 28 hst, dan 42 hst.

Pengalaman penulis dan petani selama ini, jika pembuatannya benar, penyemprotannya benar, dan semuanya benar. Bakteri Corine efektif baik sebelum padi diserang (pencegahan) maupun setelah padi diserang (pengobatan). Padi yang sudah gundul pun banyak yang selamat jika benar penyakitnya disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae atau Xanthomonas Kresek. DIJAMIN. Catatan-catatan yang dapat dijadikan sekedar indikator bahwa penyemprotan berhasil  diantaranya sebagai berikut :

1. Lima hari pasca penyemprotan tanda-tanda serangan seolah terhenti, ditandai dengan daun tanaman padi tidak semakin kuning atau kadang kemerahan.

2. 7 – 9 hari pasca penyemprotan (2-4 hari kemudian) mulai terlihat tanda-tanda hijau dari lembar daun yang mulai bersemi ditambah munculnya daun baru yang hijau sehat.

3. 10-14 hari pasca penyemprotan (3-7 hari kemudian) padi hampir hijau merata kembali.

4. Lakukan dobel dosis (dosis 2 kali lipat) jika terjadi serangan berat, atau ulangi lagi esok harinya agar penyemprotan lebih merata.


Sumber : http://www.penyuluhpertanian.com
Penulis : Pipin Apriatna